Rudi Salim dan Habibie Afsyah: Dimana Pendidikan dan Disabilitas bukanlah Batasan Sukses

Orang-orang tanpa gelar sarjana dan orang-orang dengan kebutuhan khusus karena menyandang disabilitas, bukan berarti tidak memiliki kesempatan untuk sukses dan mandiri secara financial. Tekad kuat, ketekunan dan pantang menyerah meski telah jatuh berkali-kali adalah modal penting untuk menjadi sukses.

Sebagaimana Rudi Salim yang sukses meskipun tanpa gelar sarjana dan Habibie Afsyah yang sukses meskipun penyandang disabilitas. Bagaimana kisah sukses pengusaha online Rudi Salim dan kisah sukses pengusaha online Habibie Afsayah?

Kisah sukses pengusaha online Rudi Salim

Di usia 23 tahun mempunyai bisnis beromzet sekitar 1,3 miliyar per bulan, hal itulah yang menjadi kisah sukses pengusaha online Rudi Salim. Pria yang lahir di kota Jakarta pada tanggal 24 April tahun 1987 tersebut, merintis bisnisnya benar-benar dengan totalitas dan mengerahkan semua hal yang dipunyai. Bagaimana tidak totalitas, demi merintis dan menjalankan bisnisnya Rudi Salim mengorbankan studinya.

Pria dengan pendidikan terakhir SMA tersebut mengambil keputusan untuk menjalani bisnis berisiko. Yaitu membiayai pinjaman bagi transaksi online. Rudi Salim berkantor di ruko elite di wilayah Jakarta Utara. Semua manajemen perusahaan serta urusan sepele dikendalikannya tanpa suara dari media internet. Tak hanya itu, mengendalikan karyawannya yang berada di luar Jakarta pun melalui media internet.

Pria sukses ini memiliki delapan cabang yang berada di luar Jakarta dengan karyawan sekitar 32 orang. Kini omzet yang diraup oleh Rudi Salim yakni sekitar 1,3 miliyar per bulannya. Pengusaha yang hobi dengan game online ini hanya mengandalkan thread di KASKUS dan Website. Tampilan penawaran sederhana pada siapa pun yang hendak bertransaksi atau berbisnis jual beli secara online.

Rudi Salim membangun bisnis onlinenya dari nol. Pada awalnya ia bermodalkan uang hasil menjual mobil yang pernah diberi oleh orang tuanya. Bahkan melego sebuah usaha yang dimiliki keluarganya. Rudi Salim sebenarnya pernah merasakan bangku kuliah fakultas kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Jakarta, tetapi hanya dua semester saja karena Rudi Salim lebih bergairah dalam berbisnis. Bisnis yang dirintis dan dikembangkan oleh Rudi Salim didasari kenekatan dirinya.

Di awal merintis bisnis tersebut, orang tua Rudi Salim sempat sangat tidak setuju. Sebab Rudi lebih memilih putus dari kuliahnya. Bahkan, ibu dari Rudi Salim sempat berkata bahwa ia tak mau menemuinya sebelum sukses. Bisnis online yang dijalankan Rudi Salim tentunya tidak langsung berjalan lancar dan mulus. Karena baru memiliki sedikit pengalaman, berkali-kali orang menipu Rudi. Pada awal bisnisnya didirikan, terdapat 60 aplikasi masuk dari Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Bogor.

Memang kenekatan Rudi dalam berbisnis ini terbilang tinggi risiko. Namun semakin Rudi menekuni bisnisnya, maka pengalaman pun semakin banyak. Saat ini Rudi Salim telah membuka cabang bisnisnya di 8 kota selain Jabotabek. Kisah sukses pengusaha online Rudi Salim menunjukan bahwa tekad kuat, keberanian, dan terus belajar dari pengalaman akan menuntun pada kesuksesan.

Kisah sukses pengusaha online Habibie Afsyah

Habibie Afsyah merupakan penyandang disabilitas pria yang tampak sederhana. Bungsu dari delapan bersaudara ini kelahiran Jakarta, 6 Januari tahun 1988. Habibie bukan penyandang disabilitas sejak lahir. Penyakit muscular dystrophy perlahan-lahan merenggut kemampuan motorik pada tubuh Habibie Afsyah. Meskipun menyandang penyakit terbilang langka tidak menjadikan Habibie merasa kecil hati.

Kisah sukses pengusaha online Habibie Afasyah diawali oleh ibu yang menjadi penguat bagi Habibie. Lulus dari SMA, ibunya Habibie mengajak mengikuti kursus dalam bidang internet marketing level dasar. Sebenarnya Habibie sempat merasa kesulitan mengikuti kursus tersebut, karena ia merasa internet marketing cukup sulit dipraktekkan. Kemudian sang ibu berencana mengikutsertakan Habibie pada program marketing tingkat lanjutan di Singapura.

Ibu dan ayahnya bahkan menjual mobil. Setelah menjalani pendidikan dalam program tersebut, Habibie akhirnya berhasil mendapatkan penjualan pertamanya melalui Amazon senilai US$24. Walau ia masih rugi sebab biaya iklan lebih besar daripada labanya, tetapi tetap hal itu membuat Habibie merasa senang memulai bisnis internet marketer. Dengan ketekunannya, nilai komisi Habibie meningkat hingga US$2.000.

Tak berhenti dengan proses belajarnya, Habibie terus mengikuti kursus marketing lainnya untuk menambah pengetahuannya. Dari proses belajarnya dan prakteknya, Habibie menerbitkan ebook berisi panduan sukses Amazon. Ia juga membuat situs transaksi property dan juga menjadi trainer dalam seminar-seminar bisnis online. Di usia 20-an, pria penyandang disabilitas ini telah mampu menjadi pria difabel yang mandiri dalam hal finansial.

Untuk sesuatu yang besar dan mengagumkan, diawalnya sering kali akan tampak sulit dan seolah tidak mungkin. Tetapi dengan berani untuk maju melakukan, pantang menyerah dan terus menerus belajar dari pengalaman pribadi dan dari orang-orang yang lebih berpengalaman, maka suatu hari hal yang seolah tak mungkin tersebut akan menjadi mungkin. Sebagaimana yang dialami oleh Habibie Afsyah. Kisah sukses pengusaha online Habibie Afsyah juga telah dituangkan dalam buku, yang akan memberikan inspirasi dan motivasi bagi para pembacanya.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *