Kisah Sukses Pendiri Detik.com Budiono Darsono

Dewasa ini, seiring pengaruh digitalisasi yang kian meraja, popularitas media cetak seperti koran dan majalah mulai pudar. Kemudahan informasi yang bisa diakses lewat gadget membuat para pembaca berita lebih suka sekali klik. Portal berita masa kini Detik.com pun menjadi salah satu penyaji berita yang banyak dibaca orang. Menyajikan informasi akurat kekinian menjadi kelebihan yang dimiliki portal berita ini. Namun, tahukah anda siapa yang berada di balik layar Detik.com? Ya, kisah sukses Budiono Darsono berikut mungkin bisa menambah wawasan anda.

Siapa sosok Budiono Darsono yang fenomenal?

Budiono Darsono, lahir di Semarang pada tanggal 1 Oktober 1961. Dia memiliki istri bernama Hana Budiono dan memiliki dua orang anak yaitu Fajar Putra Suprabana dan Bening Putri Wardani. Sebelum sukses menjadi orang dibalik layar Detik.com, Budiono Darsono telah lama berkiprah di dunia wartawan. Dunia itulah yang mengantarkannya pada pola pemikiran bahwa setiap detik harus ada informasi terbaru.

Tak heran jika Detik.com mampu menarik 3 juta pengunjung setiap hari dan memberikan pendapatan mencapai angka milyaran per bulan. Dengan slogan’Kenapa tunggu besok kalau detik ini juga anda sudah tahu informasi?’ membuat portal berita ini semakin populer. Tak heran jika kisah sukses Budiono Darsono banyak diulas di berbagai media nasional dan seminar.

Kisah sukses Budiono Darsono mengembangkan online media

Sebenarnya kisah sukses Budiono Darsono mengembangkan online media seperti Detik.com didukung oleh tiga rekan sesama mantan wartawan. Tiga orang itu adalah Abdul Rahman, Yayan Sopyan dan Didi Nugrahadi. Budiono Darsono sendiri adalah mantan wartawan DeTik yang kala itu harus menghadapi kejamnya era 1998. Saat itu, semua media ditutup paksa oleh pemerintah sehingga para wartawan pun terkena imbas dengan menjadi pengangguran.

Berbekal handy talkie dan tape recorder sederhana, Budiono Darsono bersama tiga rekannya pun membangun Detik.com. Mereka mencari informasi di berbagai tempat, menulis berita dan mempostingnya di Detik.com.  Modal awal yang digelontorkan Budiono Darsono kala itu adalah 40 juta rupiah untuk membangun online media yang menarik minat pembaca di tanah air.

Tentu saja perjuangan tersebut tidak berjalan mulus hingga permulaan tahun 2000. Perusahaan tersebut sempat mengalami krisis hingga harus memecat beberapa karyawan yang bekerja di sana. Namun, kisah sukses Budiono Darsono tidak akan berlanjut jika ia berhenti pada tahun yang menyulitkan tersebut. Ia bersama kawan-kawan seperjuangan mulai bangkit kembali dengan mengembangkan konten yang lebih menarik.

Detik.com mulai memiliki Detik TV yang menampilkan berita update setiap waktu. Konten menarik tersebut disajikan dalam bentuk platform website, layanan pesan dan WAP. Memanfaatkan blog dan forum pun menjadi keunggulan yang dimiliki Detik.com ditambah layanan mobile pada tahun 2004. Tak selalu mujur, Detik.com pun sempat mengalami kecaman dari berbagai pihak kala itu karena dianggap menampilkan berita yang ngawur. Selain itu, banyak iklan yang menghiasi Detik.com menjadi sorotan utama.

Tentu jika Budiono Darsono menyerah, Detik.com tidak akan menjadi portal berita masa kini. Ya, kisah sukses Budiono Darsono mengembangkan online media terus berlanjut. Setelah mendapat banyak respon, ayah dua anak tersebut memperbaiki Detik.com bersama rekan-rekannya. Tahun-tahun terus berlanjut kala perkembangan internet semakin mendunia termasuk di Indonesia.

Masyarakat Indonesia mulai melek internet dan meninggalkan media cetak yang dianggap kurang efisien dan praktis. Mereka beralih pada sistem informasi yang diberikan lewat akses mudah internet. Tinggal klik di gadget atau layar laptop, semua orang telah terhubung pada berita yang akurat dan update. Kini, Detik.com pun dianggap sebagai portal berita yang menampilkan berbagai informasi mengenai politik, kesehatan, bisnis, hiburan dan lain-lain yang utama dan akurat.

Kisah sukses Budiono Darsono mengembangkan online media di Indonesia semakin berjaya kala Detik.com diakuisisi oleh CT.Corp milik Chairul Tanjung dengan nilai fantastis mencapai angka 540 miliar. Setelah diakuisisi, Detik.com pun semakin berkembang pesat dan Budiono Darsono sendiri menjadi Direktur Utama dan Dewan Redaksi. Pria yang kini telah berusia 54 tahun tersebut menjadi salah satu tokoh berpengaruh di Indonesia. Ia menjadi pembicara berbagai seminar mengenai online media.

Meski sempat mengungkapkan bahwa dirinya mungkin akan pensiun, nama Budiono Darsono tetap dikenal sebagai pelopor portal online media. Sepak terjang yang gigih mulai tahun 1990an, mengalami krisis moneter, kurang menarik minat pembaca hingga akhirnya booming sampai sekarang. Tentu taka da jalan yang mudah mencapai tangga kejayaan seperti yang dialami pria asal Semarang ini. Namun, kisah sukses Budiono Darsono wajib dijadikan inspirasi bagi anda yang tertarik mengembangkan online media.

Anda bisa mengambil pelajaran dari kisah sukses Budiono Darsono yang berani memaksimalkan passion yang dimiliki. Selain itu, komitmen, kerja keras dan berani memperbaiki kekurangan yang dimiliki menjadi kunci sukses sebuah usaha. Apalagi kemudahan dunia internet membuat impian bisa diwujudkan. Tentu anda pun wajib memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan jaman jika ingin sukses merintis usaha online layaknya Budiono Darsono.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *